Dior Dior Dior

Pemkot Batu Maksimalkan Peran Posyandu untuk Percepat Penanganan Stunting

Dior

Media Berita Kota Batu — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, memperkuat upaya percepatan penanganan stunting dengan memaksimalkan peran 193 posyandu yang tersebar di tiga kecamatan. Langkah ini dilakukan sebagai strategi kolaboratif antara posyandu, puskesmas, dan Dinas Kesehatan dalam menurunkan angka stunting secara lebih efektif dan terukur.

malang-post.com - Kota Batu Terus Seriusi Penanganan Stunting
Pemkot Batu Maksimalkan Peran Posyandu untuk Percepat Penanganan Stunting

Sinergi Lintas Sektor untuk Turunkan Stunting

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa penanganan stunting di Kota Batu tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor, melainkan membutuhkan keterlibatan penuh seluruh elemen kesehatan di tingkat masyarakat. Ia menilai posyandu sebagai garda terdepan memiliki peran vital dalam deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, hingga edukasi kesehatan keluarga.

Dior

“Peran dan komitmen Dinas Kesehatan, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan petugas puskesmas sangat penting karena mereka bekerja bersama-sama menangani stunting,” ujar Heli di Kota Batu, Jumat (15/11/2025).

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader posyandu serta koordinasi berkelanjutan dengan tenaga medis akan menjadi kunci keberhasilan penanganan stunting di lapangan.

Baca Juga : Situbondo hibahkan lahan 306 ha ke Kemhan untuk pertahanan


Optimalisasi Layanan di 193 Posyandu

Pemkot Batu memastikan 193 posyandu tersebut dilengkapi dengan sarana pendukung untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak. Terutama pada kegiatan rutin seperti penimbangan balita, pengukuran lingkar lengan, pemeriksaan gizi, serta pemberian makanan tambahan (PMT).

Dinas Kesehatan Kota Batu juga telah mengintegrasikan data posyandu ke dalam sistem pemantauan stunting berbasis digital untuk mempercepat proses identifikasi dan intervensi.

“Kami ingin setiap posyandu mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap masalah gizi. Data yang valid dari posyandu menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan intervensi,” terang Heli.


Dorong Kesadaran dan Peran Keluarga

Selain memperkuat layanan posyandu, Pemkot Batu turut menekankan pentingnya edukasi masyarakat—khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita. Pemerintah mendorong keterlibatan keluarga dalam memastikan asupan gizi, pola makan sehat, serta kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko stunting.

Heli menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan intervensi dari hulu ke hilir, mulai dari kesehatan ibu hamil hingga tumbuh kembang anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan.


Komitmen Pemkot Batu Wujudkan Generasi Sehat

Dengan memaksimalkan peran posyandu dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Batu menargetkan penurunan signifikan kasus stunting dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah optimistis strategi ini dapat mewujudkan generasi Kota Batu yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dior