Dior Dior Dior

Kota Batu Butuh Revitalisasi Jaringan Air, Sejumlah Wilayah Masih Krisis Saat Debit Menurun

Dior

Media Berita Kota Batu – Kota Batu yang dikenal sebagai hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan berada di kawasan lereng pegunungan, ternyata masih bergelut dengan persoalan klasik: distribusi air bersih yang belum merata.

Sejumlah titik rawan atau zona merah pasokan air masih ditemukan, terutama ketika debit sumber air mengalami penurunan di musim kemarau maupun pergantian cuaca ekstrem.

Dior
Kota Batu Susun Strategi Cegah Krisis Air, Lakukan Pemetaan Sumber Air  Hingga Revitalisasi Jaringan - Suryamalang.com
Kota Batu Butuh Revitalisasi Jaringan Air, Sejumlah Wilayah Masih Krisis Saat Debit Menurun

Titik Rawan Air Bersih Masih Ditemukan

Meski memiliki potensi sumber mata air yang melimpah, distribusi air ke rumah-rumah warga masih belum optimal. Kondisi ini membuat beberapa kawasan di Kota Batu harus melalui hari-hari tanpa suplai air memadai, bahkan mengandalkan tandon tambahan atau pembelian air secara mandiri.

Warga mengaku kesulitan ketika aliran air melemah. Salah satu warga Desa Pesanggrahan, Reni (38), mengatakan pasokan air kerap mati di pagi dan sore hari.
“Kalau debit sedang turun, air bisa tidak mengalir berhari-hari. Padahal kebutuhan rumah tangga tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terlebih Kota Batu adalah daerah penghasil air yang seharusnya memiliki cadangan kuat untuk pemenuhan kebutuhan domestik.

Baca Juga : Kota Batu Perkuat Ekonomi Kreatif Kearifan Lokal

Pemkot Batu Minta Pemetaan Ulang Sumber Air

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Batu mengambil langkah antisipatif. Pemkot meminta Perumdam Among Tirto untuk memetakan kembali seluruh sumber mata air guna memastikan keberlanjutan suplai dan ketahanan distribusi ke jaringan pipa.

Penjabat Wali Kota Batu, Arief Mukti, menyampaikan perlunya pembaruan data sumber air serta evaluasi jaringan lama yang saat ini dinilai tidak lagi memadai.
“Kota Batu harus memastikan setiap tetes air mengalir ke masyarakat tanpa hambatan. Pemetaan ulang ini menjadi dasar untuk revitalisasi jaringan distribusi yang lebih kuat,” katanya.

Arief menegaskan bahwa sejumlah pipa distribusi telah berusia puluhan tahun sehingga rentan mengalami kebocoran atau penurunan tekanan. Perbaikan menyeluruh menjadi hal yang tak terhindarkan.

Perumdam Among Tirto Siapkan Langkah Teknis

Direktur Perumdam Among Tirto, Suryanto Pradana, mengakui adanya titik-titik rawan yang kini menjadi prioritas perbaikan. Menurutnya, pemetaan di lapangan sudah mulai dilakukan, termasuk pengecekan kondisi pipa, kapasitas bak penampungan, serta volume efektif sumber mata air.

“Kami sedang memotret ulang seluruh sistem distribusi. Hasil pemetaan ini nantinya menjadi dasar untuk revitalisasi jaringan agar tidak ada lagi wilayah yang masuk kategori zona merah,” jelasnya.

Harapan Warga Akan Layanan Lebih Optimal

Masyarakat berharap proses revitalisasi berjalan cepat dan efektif. Dengan status sebagai daerah hulu, warga menilai Kota Batu seharusnya mampu memberikan pelayanan air bersih yang stabil dan berkualitas.

Upaya Pemkot dan Perumdam Among Tirto diharapkan menjadi langkah nyata untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sepanjang tahun. Tanpa lagi bergantung pada kondisi cuaca atau fluktuasi debit air.

Dior