Media Berita Kota Batu – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu resmi membuka Pameran Perumahan dan Perizinan 2025 di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung hingga 9 November ini menghadirkan berbagai pengembang perumahan yang telah mengantongi izin resmi, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami proses perizinan pembangunan yang legal dan transparan.

Kepala Disperkim Kota Batu, Ir. Nur Khamid, M.T., mengatakan pameran ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendorong tata kelola pembangunan perumahan yang tertib, terencana, dan sesuai regulasi. Selain menampilkan produk hunian dari pengembang, Disperkim juga membuka layanan konsultasi perizinan dan tata ruang secara gratis bagi pengunjung.
“Kami ingin masyarakat tahu mana pengembang yang legal dan mana yang belum memenuhi syarat. Ini penting agar masyarakat terhindar dari potensi penipuan atau sengketa lahan,” ujar Nur Khamid dalam sambutannya.
Edukasi Publik dan Inovasi Digital
Selain pameran fisik, Disperkim juga memperkenalkan sistem perizinan berbasis digital (e-perizinan) yang mempermudah pengembang dalam mengajukan dan memantau proses perizinan secara daring. Inovasi ini diharapkan meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik di sektor perumahan.
Pengunjung dapat memperoleh informasi lengkap mengenai status izin, tata ruang, hingga rencana pengembangan kawasan permukiman di Kota Batu. Beberapa pengembang yang berpartisipasi juga menawarkan promo pembelian rumah bersubsidi dan hunian ramah lingkungan selama pameran berlangsung.
Baca Juga : Batu Wisata Resources Bakal Buka Rekrutmen Direksi, Tenaga Ahli Hukum Pidana dan HAM Siap Daftar
Dorong Hunian Layak dan Berkelanjutan
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi terhadap langkah Disperkim yang konsisten mendorong pembangunan hunian layak, aman, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Batu berkomitmen memastikan setiap pembangunan perumahan memenuhi aspek perizinan, lingkungan, dan sosial. Melalui pameran ini, kami ingin masyarakat lebih cerdas dalam memilih hunian,” tulisnya.
Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ajang sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat. Dalam mewujudkan tata kota yang tertib dan berorientasi pada kesejahteraan warga.






