Media Berita Kota Batu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah ternyata kembali menuai sorotan. Kali ini, insiden terjadi di Kota Batu, Jawa Timur, setelah ditemukan adanya masakan basi yang dibagikan kepada penerima manfaat. Temuan ini membuat pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan menyetop sementara penyaluran MBG hingga evaluasi tuntas dilakukan.

Temuan Masakan Tidak Layak Konsumsi
Kasus bermula saat tim pengawas menemukan sejumlah porsi makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Masakan yang seharusnya menjadi asupan bergizi bagi siswa justru tercium bau tidak sedap dan menunjukkan tanda-tanda kebusukan. Kondisi ini memicu keresahan orang tua, guru, hingga masyarakat luas.
Pemerintah Kota Batu menyatakan bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama. “Kami tidak ingin mengambil risiko lebih jauh. Program MBG dihentikan sementara sambil dilakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Baca Juga : Takut Keracunan, 900 Siswa SMPN 5 Kupang Tolak Makan Bergizi Gratis
Evaluasi Penyedia dan Mekanisme Distribusi
Penghentian program ini difokuskan pada pengecekan ulang mekanisme distribusi, penyimpanan, hingga kualitas bahan baku yang digunakan oleh pihak penyedia jasa boga. Pemerintah juga akan meninjau kembali kontrak kerja sama dengan vendor penyedia makanan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar higienitas.
Menurut pejabat terkait, ada kemungkinan masakan menjadi basi karena keterlambatan distribusi atau proses penyimpanan yang tidak sesuai standar. Oleh sebab itu, audit lapangan dilakukan untuk menelusuri titik lemah dalam rantai penyediaan makanan.
Kekhawatiran Masyarakat
Bagi para orang tua siswa, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius. Mereka berharap pemerintah tidak hanya menghentikan sementara, tetapi juga benar-benar memastikan kualitas makanan sebelum program MBG kembali dijalankan. “Anak-anak seharusnya mendapat makanan sehat, bukan malah berisiko sakit,” ujar salah satu wali murid.
Langkah Perbaikan ke Depan
Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya untuk tidak menghentikan program MBG secara permanen, mengingat tujuan utama program ini adalah meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, sebelum dilanjutkan, akan ada standarisasi baru yang lebih ketat mencakup proses produksi, transportasi, serta monitoring kualitas makanan.
Selain itu, masyarakat dan sekolah juga didorong berperan aktif dalam melaporkan jika menemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi. Dengan evaluasi menyeluruh dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan kasus serupa tidak akan terulang di masa mendatang.






